Cara Membangun Kemitraan Usaha Yang Sehat

Untuk meraih kesuksesan dalam bisnis, tidak selalu sarana dan prasarana yang diperlukan harus dimiliki sendiri. Kita bisa bermitra dengan orang lain. Kemitraan disini bukan berarti berutang, melainkan bekerjasama dalam memberdayakan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk membangun usaha bersama.

Supaya berjalan dengan baik dan untuk jangka waktu yang lama, kemitraan harus didasarkan pada kesepakatan bersama. Kesepkatan tidak hanya menyangkut sarana dan prasarana fisik, tetapi juga kesamaaan persepsi dan kekuatan kekuatan yang saling melengkapi. Akan lebih baik jika kita bekerjasama dengan mitra usaha yang bisa menutupi kelemahan kita, saling melengkapi, bukan memiliki kekuatan yang sama.

Seperti apa suatu kerjasama dapat dikatakan saling melengkapi?. Untuk mengetahui itu maka jawablah pertanyaan pertanyaan berikut. Pertama, apakah kekuatannya saling elengkapi? Kedua, apakah saling membutuhkan untuk mengatasi kendala rencana usahanya? dan yang ketiga, apakah calon mitra kerjasama kita melakukan pekerjaaannya lebih baik dari kita dan sebaliknya? jika jawabannya ketiga pertanyaan itu adalah "ya" maka kerjasama tersebut bisa dikatakan saling melengkapi.

Baca pula: Menjadi Wirausahawan Yang Sukses Miliki 6 Hal Ini

Masalah selanjutnya, apakah masing masing pihak mau saling menghargai kelebihan rekan kerjasamanya, mau berbagi peran dan tidak saling menguasai? Untuk hal ini diperlukan kejujuran soal kelebihan dan kekurangan masing masing.

Disamping kekuatan yang saling melengkapi, masih ada tujuh elemen yang perlu diperhatikan untuk suksesnya suatu kemitraan. Ketujuh elemen tersebut adalah:

1. Misi yang sama. Kedua belah pihak yang bermitra tidak harus memiliki alasan yang sama.
2. Keadilan. Ada pembagian peran yang adil antara pihak pihak yang bermitra.
3. Kepercayaan. Kita harus mempercayai mitra kita terlebih dahulu agar mitra kita percaya pada kita.
4. Saling menerima. Ingat, kita tidak akan pernah menemukan kerjasama yang sempurna.
5. Memaafkan. Kita harus selalu mencari sisi baik atas pelanggaran kitra kita, dan pelanggaran itu harus dibicarakan, tidak ditumpuk untuk dipendam.
6. Komunikasi. Semakin banyak sarana komunikasi kita, semakin sedikit yang kita komunikasikan secara langsung.
7. Tidak mementingkan diri sendiri. Kita mesti melihat manfaat yang bisa diperoleh bersama, bukan untuk salah satu pihak.

Agar kemitraan bisa berjalan dengan baik, maka hal hal yang disepakati sebaiknya dituangkan dalam suatu perjanjian tertulis di hadapan notaris. Dengan perjanjian tersebut, status dan tanggung jawab kita dan mitra usaha menjadi jelas dan perjanjian yang kita buat inilah yang kita jadikan sebagai anggaran dasar dalam bermitra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar